Apa Itu Custody Fee, Advisory Fee, Transaction Fee, dan Performance Fee? Panduan Lengkap Biaya Investasi
Apa Itu Custody Fee, Advisory Fee, Transaction Fee, dan Performance Fee? Panduan Lengkap Memahami Biaya Investasi dan Private Banking
Ketika seseorang mulai berinvestasi, perhatian biasanya hanya tertuju pada satu hal:
"Berapa keuntungan yang bisa saya dapatkan?"
Investor melihat harga saham naik.
Melihat harga obligasi.
Melihat return reksa dana.
Melihat keuntungan private equity.
Melihat pertumbuhan portofolio.
Namun, ada satu hal yang sering terlupakan:
Biaya.
Dalam dunia investasi dan wealth management, biaya dapat memberikan pengaruh besar terhadap hasil akhir investasi.
Seseorang mungkin melihat sebuah portofolio menghasilkan keuntungan 10% per tahun.
Namun, apakah 10% tersebut merupakan keuntungan sebelum biaya atau setelah biaya?
Jika investor membayar berbagai biaya, seperti biaya pengelolaan, biaya transaksi, biaya kustodian, dan biaya produk investasi, keuntungan bersih yang diterima investor bisa menjadi lebih kecil.
Inilah alasan investor profesional tidak hanya menghitung:
Gross Return.
Mereka juga menghitung:
Net Return.
Gross return adalah hasil investasi sebelum dikurangi biaya.
Net return adalah hasil investasi setelah memperhitungkan biaya yang relevan.
Sebagai contoh sederhana.
Misalnya seseorang memiliki investasi senilai:
Rp100 juta.
Portofolio tersebut menghasilkan return:
10% per tahun.
Secara matematis, keuntungan kotor adalah:
Rp100 juta × 10%
=
Rp10 juta.
Namun, misalnya total biaya investasi selama satu tahun adalah:
Rp2 juta.
Maka keuntungan bersih sebelum pajak menjadi:
Rp10 juta − Rp2 juta
=
Rp8 juta.
Return bersihnya menjadi:
8%.
Perbedaan 2% mungkin terlihat kecil.
Namun, jika jumlah aset mencapai miliaran atau bahkan triliunan rupiah dan biaya tersebut berlangsung selama puluhan tahun, dampaknya dapat menjadi sangat besar.
Dalam dunia private banking dan wealth management, terdapat berbagai macam biaya.
Empat istilah yang sering muncul adalah:
Custody Fee.
Advisory Fee.
Transaction Fee.
Performance Fee.
Keempat biaya ini memiliki fungsi yang berbeda.
Ada biaya yang dibayarkan untuk penyimpanan dan administrasi aset.
Ada biaya untuk mendapatkan nasihat investasi.
Ada biaya ketika melakukan transaksi.
Dan ada biaya yang hanya muncul ketika investasi mencapai kinerja tertentu.
Mari kita bahas satu per satu.
BAGIAN 1
APA ITU CUSTODY FEE?
Custody fee adalah biaya yang dikenakan oleh lembaga keuangan untuk layanan kustodian atau penyimpanan serta administrasi aset keuangan tertentu.
Dalam konteks investasi, istilah "penyimpanan" tidak selalu berarti bank menyimpan saham atau obligasi dalam bentuk fisik.
Sebagian besar aset modern berada dalam sistem elektronik.
Kustodian bertugas membantu menjaga administrasi dan pencatatan kepemilikan aset.
Layanan kustodian dapat mencakup:
- Penyimpanan aset secara administratif.
- Pencatatan kepemilikan.
- Settlement transaksi.
- Administrasi sekuritas.
- Corporate actions.
- Pelaporan aset.
- Pengelolaan dokumen investasi.
Contohnya, seseorang memiliki portofolio:
Rp10 miliar.
Portofolionya terdiri dari:
Rp4 miliar saham.
Rp3 miliar obligasi.
Rp2 miliar reksa dana.
Rp1 miliar aset lainnya.
Bank atau institusi keuangan dapat menyediakan layanan kustodian untuk aset-aset tertentu.
Sebagai imbalannya, institusi tersebut dapat mengenakan custody fee.
BAGIAN 2
MENGAPA CUSTODY FEE ADA?
Untuk memahami custody fee, kita harus memahami bahwa investasi bukan hanya aktivitas membeli dan menjual aset.
Ada sistem administrasi yang berjalan di belakangnya.
Misalnya seseorang membeli saham.
Transaksi harus diselesaikan.
Kepemilikan harus dicatat.
Dokumen harus dikelola.
Dividen harus diproses.
Jika ada aksi korporasi, informasi harus disampaikan kepada investor.
Jika perusahaan melakukan:
- Stock split.
- Dividen.
- Rights issue.
- Merger.
- Akuisisi.
maka ada proses administratif yang perlu dilakukan.
Dalam skala besar, pekerjaan tersebut membutuhkan infrastruktur dan sistem.
Custody fee dapat menjadi salah satu cara institusi memperoleh kompensasi atas layanan tersebut.
BAGIAN 3
BAGAIMANA CUSTODY FEE DIHITUNG?
Tidak ada satu metode universal.
Custody fee dapat dihitung berdasarkan:
- Persentase nilai aset.
- Nilai minimum tertentu.
- Jenis aset.
- Frekuensi transaksi.
- Struktur layanan.
Misalnya secara hipotetis sebuah institusi mengenakan custody fee:
0,20% per tahun.
Seseorang memiliki aset:
Rp10 miliar.
Maka:
Rp10 miliar × 0,20%
=
Rp20 juta per tahun.
Ini hanya contoh matematika.
Tarif sebenarnya dapat berbeda antar institusi.
Ada juga institusi yang menggunakan tarif bertingkat.
Contohnya secara hipotetis:
Aset sampai Rp1 miliar:
0,30%.
Aset Rp1 miliar sampai Rp10 miliar:
0,20%.
Aset di atas Rp10 miliar:
0,10%.
Dengan model bertingkat, semakin besar aset yang dikelola, biaya marginal dapat menjadi lebih rendah.
BAGIAN 4
CUSTODY FEE TIDAK SELALU BERARTI SEMUA ASET DIKENAKAN BIAYA YANG SAMA
Seseorang mungkin memiliki banyak jenis aset.
Misalnya:
Saham.
Obligasi.
ETF.
Reksa dana.
Private equity.
Properti.
Aset digital.
Tidak semua aset memiliki mekanisme kustodian yang sama.
Aset tertentu mungkin menggunakan kustodian tradisional.
Aset lain mungkin memiliki struktur penyimpanan yang berbeda.
Karena itu, investor harus bertanya:
"Aset apa saja yang dikenakan custody fee?"
dan:
"Bagaimana cara biaya tersebut dihitung?"
BAGIAN 5
APA ITU ADVISORY FEE?
Advisory fee adalah biaya yang dibayarkan kepada penasihat atau institusi untuk memberikan layanan konsultasi atau nasihat investasi.
Dalam dunia wealth management, seorang investor mungkin tidak ingin mengambil semua keputusan investasi sendirian.
Ia mungkin membutuhkan bantuan profesional untuk:
- Menganalisis pasar.
- Menentukan alokasi aset.
- Menilai risiko.
- Memilih instrumen investasi.
- Menyusun strategi investasi.
- Melakukan diversifikasi.
- Menyesuaikan portofolio.
Untuk mendapatkan layanan tersebut, investor dapat dikenakan advisory fee.
BAGIAN 6
CONTOH ADVISORY FEE
Misalnya seseorang memiliki aset:
Rp50 miliar.
Ia menggunakan layanan advisory.
Misalkan secara hipotetis biaya konsultasi adalah:
0,50% per tahun.
Maka:
Rp50 miliar × 0,50%
=
Rp250 juta per tahun.
Sekali lagi, ini hanya contoh.
Biaya aktual dapat berbeda.
Beberapa penasihat mungkin menggunakan:
- Persentase aset.
- Biaya tetap.
- Biaya per proyek.
- Biaya per jam.
- Struktur kombinasi.
BAGIAN 7
ADVISORY FEE VS MANAGEMENT FEE
Kedua istilah ini sering dianggap sama.
Padahal tidak selalu.
Dalam advisory model, penasihat memberikan rekomendasi.
Investor biasanya masih memiliki kendali atas keputusan investasi.
Contohnya:
Penasihat berkata:
"Menurut analisis kami, portofolio Anda terlalu banyak berada di satu sektor."
Kemudian penasihat menyarankan diversifikasi.
Investor kemudian memutuskan apakah akan mengikuti saran tersebut.
Dalam discretionary portfolio management, investor memberikan mandat kepada manajer untuk mengambil keputusan investasi sesuai batasan yang telah disepakati.
Jadi, perbedaannya terletak pada:
Siapa yang mengambil keputusan akhir?
Namun, struktur setiap institusi bisa berbeda.
Karena itu, kontrak layanan harus dibaca dengan teliti.
BAGIAN 8
APA YANG DILAKUKAN ADVISOR?
Seorang advisor dapat membantu investor memahami:
Risiko
Berapa besar risiko portofolio?
Diversifikasi
Apakah aset terlalu terkonsentrasi?
Likuiditas
Seberapa mudah aset dijual?
Horizon Investasi
Berapa lama dana akan diinvestasikan?
Tujuan
Apakah tujuan investasi untuk pertumbuhan?
Pendapatan?
Preservasi kekayaan?
Warisan?
Alokasi Aset
Berapa persen saham?
Berapa persen obligasi?
Berapa persen kas?
Berapa persen aset alternatif?
BAGIAN 9
CONTOH ADVISORY DALAM PRIVATE BANKING
Bayangkan seseorang memiliki:
Rp200 miliar.
Ia memiliki:
Rp80 miliar saham.
Rp50 miliar obligasi.
Rp30 miliar private equity.
Rp20 miliar real estate.
Rp20 miliar kas.
Rp200 miliar.
Advisor melihat portofolio tersebut.
Kemudian ia menemukan bahwa:
40% aset berada di saham.
25% obligasi.
15% private equity.
10% real estate.
10% kas.
Advisor kemudian membantu investor menentukan apakah komposisi tersebut sesuai dengan:
- Profil risiko.
- Tujuan.
- Usia.
- Kebutuhan likuiditas.
- Horizon investasi.
Inilah salah satu fungsi advisory.
BAGIAN 10
APA ITU TRANSACTION FEE?
Transaction fee adalah biaya yang muncul ketika investor melakukan transaksi.
Misalnya:
Membeli saham.
Menjual saham.
Membeli obligasi.
Menjual obligasi.
Membeli produk investasi.
Melakukan transaksi valuta asing.
Transaksi tertentu dapat dikenakan biaya.
Biaya dapat berupa:
- Persentase nilai transaksi.
- Biaya tetap.
- Komisi.
- Spread.
- Biaya lainnya.
BAGIAN 11
CONTOH TRANSACTION FEE
Misalnya seseorang membeli saham senilai:
Rp1 miliar.
Broker atau institusi mengenakan biaya transaksi:
0,20%.
Maka:
Rp1 miliar × 0,20%
=
Rp2 juta.
Jika investor menjual kembali saham tersebut dengan nilai transaksi:
Rp1 miliar.
Biaya penjualan:
Rp2 juta.
Total biaya pembelian dan penjualan:
Rp4 juta.
Artinya, investor membutuhkan keuntungan lebih dari biaya tersebut agar transaksi menghasilkan keuntungan bersih.
BAGIAN 12
TRANSACTION FEE DAN TRADING AKTIF
Semakin sering investor melakukan transaksi, semakin banyak biaya yang dapat muncul.
Misalnya seorang investor melakukan:
100 transaksi per tahun.
Setiap transaksi rata-rata:
Rp100 juta.
Total nilai transaksi:
Rp10 miliar.
Jika total biaya efektif:
0,20%.
Maka biaya:
Rp10 miliar × 0,20%
=
Rp20 juta.
Jika investor sangat aktif, biaya tersebut dapat bertambah.
Inilah alasan investor profesional memperhatikan:
Turnover Ratio.
Turnover menunjukkan seberapa sering portofolio diperdagangkan.
Portofolio dengan turnover tinggi dapat menghasilkan biaya lebih tinggi.
BAGIAN 13
TRANSACTION FEE VS SPREAD
Transaction fee dan spread tidak selalu sama.
Transaction fee adalah biaya yang secara eksplisit dikenakan untuk transaksi.
Spread adalah perbedaan antara harga beli dan harga jual.
Misalnya:
Harga beli:
Rp10.000.
Harga jual:
Rp9.900.
Spread:
Rp100.
Jika investor membeli dan langsung menjual, spread dapat menjadi salah satu biaya ekonomi dari transaksi tersebut.
Dalam beberapa pasar, spread dapat menjadi komponen biaya yang penting.
BAGIAN 14
BIAYA VALUTA ASING
Investor internasional juga harus memperhatikan biaya valuta asing.
Misalnya investor memiliki rupiah.
Ia ingin membeli aset dalam dolar Amerika Serikat.
Atau membeli aset dalam franc Swiss.
Konversi mata uang dapat melibatkan:
- Nilai tukar.
- Spread.
- Komisi.
- Biaya transaksi.
Misalnya nilai tukar pasar:
1 USD = Rp16.000.
Namun institusi memberikan kurs efektif:
1 USD = Rp16.100.
Selisih:
Rp100 per USD.
Jika investor menukar USD 1 juta:
Selisih hipotetis:
Rp100 × 1.000.000
=
Rp100 juta.
Ini hanya contoh.
Namun, menunjukkan mengapa investor dengan transaksi besar perlu memperhatikan biaya valuta asing.
BAGIAN 15
APA ITU PERFORMANCE FEE?
Performance fee adalah biaya yang dibayarkan berdasarkan kinerja investasi atau keuntungan yang dihasilkan, sesuai struktur kontrak.
Biasanya, performance fee ditemukan pada struktur investasi tertentu.
Contohnya:
- Hedge fund.
- Private equity.
- Alternative investment.
- Investment management tertentu.
Namun, tidak semua private bank mengenakan performance fee.
Tidak semua produk investasi menggunakan model tersebut.
BAGIAN 16
CONTOH PERFORMANCE FEE
Misalnya secara hipotetis:
Investor menanamkan:
Rp10 miliar.
Setelah periode investasi:
Nilai portofolio menjadi:
Rp12 miliar.
Keuntungan:
Rp2 miliar.
Misalnya terdapat performance fee:
20% dari keuntungan yang memenuhi ketentuan kontrak.
Maka:
Rp2 miliar × 20%
=
Rp400 juta.
Investor menerima keuntungan setelah memperhitungkan performance fee:
Rp2 miliar − Rp400 juta
=
Rp1,6 miliar.
Nilai investasi menjadi:
Rp10 miliar + Rp1,6 miliar
=
Rp11,6 miliar.
Sekali lagi, ini hanya ilustrasi.
Struktur performance fee aktual dapat memiliki mekanisme tambahan.
BAGIAN 17
APA ITU HURDLE RATE?
Dalam beberapa struktur investasi, performance fee baru dapat dikenakan jika investasi melewati tingkat pengembalian tertentu.
Tingkat minimum tersebut dapat disebut:
Hurdle Rate.
Misalnya:
Modal awal:
Rp10 miliar.
Hurdle rate:
8%.
Maka investor harus memperoleh return tertentu sebelum performance fee dapat berlaku, tergantung struktur kontraknya.
Jika investasi hanya menghasilkan 5%, mungkin tidak ada performance fee berdasarkan mekanisme tersebut.
Jika menghasilkan 12%, bagian tertentu dari keuntungan dapat dikenakan performance fee sesuai perjanjian.
BAGIAN 18
APA ITU HIGH-WATER MARK?
High-water mark adalah mekanisme yang dapat digunakan untuk memastikan manajer tidak memperoleh performance fee dua kali atas keuntungan yang sama setelah mengalami kerugian, tergantung struktur kontrak.
Misalnya:
Investor memulai dengan:
Rp10 miliar.
Nilai naik menjadi:
Rp12 miliar.
Kemudian performance fee dihitung sesuai kontrak.
Setelah itu, portofolio turun menjadi:
Rp9 miliar.
Kemudian naik kembali menjadi:
Rp12 miliar.
Dengan mekanisme high-water mark, manajer mungkin tidak langsung memperoleh performance fee lagi hanya karena nilai kembali ke level sebelumnya.
Hal ini bergantung pada perjanjian.
High-water mark dirancang untuk menyelaraskan kepentingan investor dan manajer.
BAGIAN 19
APA ITU CATCH-UP?
Catch-up adalah mekanisme yang dapat muncul dalam struktur pembagian keuntungan tertentu, terutama pada private equity dan private funds.
Tujuannya adalah memberikan bagian keuntungan tertentu kepada fund manager setelah investor menerima tingkat pengembalian yang telah ditentukan.
Contohnya secara sederhana:
Investor menerima preferred return terlebih dahulu.
Setelah itu, terdapat fase catch-up.
Kemudian keuntungan dibagi berdasarkan struktur yang telah disepakati.
Struktur catch-up dapat sangat kompleks.
Karena itu, investor harus membaca dokumen dana.
BAGIAN 20
APA ITU CLAWBACK?
Clawback adalah mekanisme untuk mengembalikan sejumlah uang kepada investor jika manajer telah menerima pembagian keuntungan yang terlalu besar dibandingkan dengan hasil akhir investasi.
Hal ini sering dibahas dalam struktur private equity.
Misalnya sebuah fund memiliki beberapa investasi.
Pada awalnya, satu investasi menghasilkan keuntungan besar.
Manajer menerima performance allocation.
Namun pada akhir masa fund, investasi lain mengalami kerugian besar.
Setelah semua investasi dihitung secara keseluruhan, ternyata pembagian keuntungan sebelumnya terlalu tinggi.
Clawback dapat digunakan untuk mengoreksi perbedaan tersebut sesuai ketentuan kontrak.
BAGIAN 21
PERBEDAAN KEEMPAT BIAYA
Sekarang mari kita sederhanakan.
Custody Fee
Bayaran untuk layanan kustodian dan administrasi aset.
Advisory Fee
Bayaran untuk layanan nasihat dan konsultasi investasi.
Transaction Fee
Bayaran yang muncul karena melakukan transaksi.
Performance Fee
Bayaran yang bergantung pada kinerja investasi sesuai ketentuan kontrak.
Keempatnya berbeda.
BAGIAN 22
ANALOGI SEDERHANA
Bayangkan Anda memiliki sebuah bisnis.
Anda menyewa gudang.
Biaya gudang:
Custody Fee.
Anda membayar konsultan untuk memberi strategi bisnis.
Biaya konsultan:
Advisory Fee.
Setiap kali Anda membeli atau menjual barang, ada biaya transaksi.
Itu:
Transaction Fee.
Kemudian Anda memberikan bonus kepada manajer jika bisnis menghasilkan keuntungan yang sangat baik.
Itu mirip:
Performance Fee.
Analogi ini membantu memahami fungsi dasar masing-masing biaya.
BAGIAN 23
CONTOH PORTOFOLIO PRIVATE BANKING
Bayangkan seseorang memiliki:
Rp100 miliar.
Portofolio:
40% saham.
20% obligasi.
15% private equity.
10% reksa dana.
10% kas.
5% aset alternatif.
Ia menggunakan layanan wealth management.
Kemudian terdapat:
Custody fee:
0,20%.
Advisory fee:
0,50%.
Transaction fee:
tergantung aktivitas.
Product fee:
tergantung produk.
Performance fee:
hanya jika berlaku pada investasi tertentu.
Investor tidak boleh menganggap total biaya hanya 0,70%.
Transaction fee dan product fee masih dapat muncul.
Inilah yang disebut:
Layered Fees.
BAGIAN 24
APA ITU LAYERED FEES?
Layered fees adalah situasi ketika investor membayar beberapa tingkat biaya.
Contohnya:
Investor menggunakan private bank.
Private bank mengenakan advisory fee.
Investor membeli reksa dana.
Reksa dana memiliki management fee.
Reksa dana membeli aset.
Transaksi tersebut memiliki biaya.
Investor melakukan konversi mata uang.
Ada spread valuta asing.
Semua biaya tersebut dapat mengurangi return.
Karena itu, investor harus menghitung:
Total Expense.
Bukan hanya biaya yang terlihat paling jelas.
BAGIAN 25
CONTOH TOTAL BIAYA INVESTASI
Misalnya:
Modal:
Rp10 miliar.
Return investasi:
10%.
Keuntungan kotor:
Rp1 miliar.
Kemudian biaya:
Custody fee:
Rp20 juta.
Advisory fee:
Rp50 juta.
Transaction fee:
Rp10 juta.
Product fee:
Rp30 juta.
Total biaya:
Rp110 juta.
Keuntungan bersih sebelum pajak:
Rp1 miliar − Rp110 juta
=
Rp890 juta.
Return efektif:
8,9%.
Jadi meskipun investasi menghasilkan 10% secara kotor, investor hanya mendapatkan 8,9% setelah biaya dalam contoh tersebut.
BAGIAN 26
DAMPAK BIAYA DALAM JANGKA PANJANG
Biaya menjadi semakin penting karena adanya compounding.
Misalnya:
Modal:
Rp100 juta.
Return bruto:
8% per tahun.
Skenario pertama:
Biaya:
0,5%.
Return bersih:
7,5%.
Skenario kedua:
Biaya:
2%.
Return bersih:
6%.
Dalam satu tahun, perbedaannya terlihat kecil.
Namun dalam 20 atau 30 tahun, perbedaannya dapat menjadi besar karena keuntungan yang seharusnya ikut berkembang menjadi lebih kecil.
Inilah yang disebut:
Compounding Cost.
Biaya bukan hanya mengurangi keuntungan hari ini.
Biaya juga dapat mengurangi potensi pertumbuhan keuntungan di masa depan.
BAGIAN 27
CONTOH COMPOUNDING COST
Misalnya:
Modal awal:
Rp100 juta.
Return bruto:
8%.
Skenario A:
Biaya 0,5%.
Return bersih:
7,5%.
Skenario B:
Biaya 2%.
Return bersih:
6%.
Setelah 30 tahun, dengan asumsi return konsisten dan seluruh keuntungan diinvestasikan kembali:
Skenario A:
Rp100 juta × (1,075)^30.
Skenario B:
Rp100 juta × (1,06)^30.
Hasil kedua skenario dapat berbeda secara signifikan.
Artinya, perbedaan biaya 1,5% per tahun dapat menghasilkan perbedaan kekayaan yang besar dalam jangka panjang.
BAGIAN 28
APAKAH BIAYA TINGGI SELALU BURUK?
Tidak selalu.
Biaya tinggi tidak otomatis berarti layanan buruk.
Misalnya seorang investor memiliki kekayaan sangat besar dan struktur aset yang kompleks.
Ia mungkin membutuhkan:
- Penasihat pajak.
- Pengacara.
- Investment advisor.
- Estate planner.
- Family office.
Jika layanan tersebut membantu mengurangi risiko dan meningkatkan efisiensi, biaya mungkin dapat dibenarkan.
Namun, investor harus tetap bertanya:
Apa yang saya dapatkan sebagai imbalan biaya tersebut?
BAGIAN 29
VALUE FOR MONEY
Konsep penting dalam wealth management adalah:
Value for Money.
Artinya:
Apakah manfaat layanan sebanding dengan biaya?
Misalnya:
Layanan A:
Biaya 0,5%.
Layanan B:
Biaya 1,5%.
Jika keduanya memberikan layanan yang hampir sama, investor mungkin memilih A.
Namun, jika B menyediakan layanan yang jauh lebih lengkap dan sesuai kebutuhan investor, B mungkin memiliki nilai lebih tinggi.
Jadi, jangan hanya melihat:
Murah atau mahal.
Lihat:
Nilai yang diperoleh.
BAGIAN 30
KAPAN ADVISORY FEE MASUK AKAL?
Advisory fee mungkin masuk akal jika investor:
- Tidak memiliki waktu menganalisis investasi.
- Memiliki portofolio kompleks.
- Membutuhkan strategi diversifikasi.
- Membutuhkan perencanaan kekayaan.
- Membutuhkan bantuan profesional.
Namun, jika seseorang memiliki portofolio sederhana dan mampu mengelolanya sendiri, advisory fee mungkin tidak selalu diperlukan.
BAGIAN 31
KAPAN CUSTODY FEE MASUK AKAL?
Custody fee dapat masuk akal jika investor membutuhkan:
- Administrasi aset.
- Settlement.
- Pelaporan.
- Pengelolaan corporate action.
- Infrastruktur kustodian.
Namun, investor harus memahami apa yang sebenarnya diperoleh.
Jika biaya dibayar tetapi layanan yang diterima tidak dibutuhkan, investor dapat mempertimbangkan alternatif.
BAGIAN 32
KAPAN PERFORMANCE FEE MASUK AKAL?
Performance fee dapat menciptakan keselarasan kepentingan.
Jika manajer hanya memperoleh imbalan tambahan ketika kinerja investasi baik, maka terdapat insentif untuk menghasilkan kinerja.
Namun, struktur performance fee harus diperiksa.
Investor harus mengetahui:
- Performance fee dihitung dari apa?
- Apakah ada hurdle rate?
- Apakah ada high-water mark?
- Bagaimana kerugian sebelumnya diperhitungkan?
- Apakah ada clawback?
- Apakah biaya dihitung sebelum atau sesudah biaya lainnya?
Tanpa memahami hal tersebut, investor bisa salah menghitung return.
BAGIAN 33
PERTANYAAN PENTING SEBELUM MENANDATANGANI KONTRAK
Sebelum menggunakan layanan wealth management, investor dapat menanyakan:
-
Berapa custody fee?
-
Berapa advisory fee?
-
Berapa transaction fee?
-
Apakah ada performance fee?
-
Apakah ada biaya minimum?
-
Apakah ada biaya produk?
-
Apakah ada biaya valuta asing?
-
Apakah ada biaya penutupan?
-
Apakah ada biaya transfer?
-
Bagaimana biaya dihitung?
-
Apakah biaya dibayar bulanan atau tahunan?
-
Apakah ada diskon berdasarkan jumlah aset?
-
Apakah biaya berubah jika aset bertambah?
-
Apakah terdapat high-water mark?
-
Apakah terdapat hurdle rate?
-
Apakah terdapat clawback?
Pertanyaan tersebut sangat penting.
BAGIAN 34
JANGAN HANYA MELIHAT RETURN
Kesalahan investor pemula adalah:
"Investasi ini return-nya 15%."
Selesai.
Investor profesional bertanya:
15% sebelum biaya?
Atau setelah biaya?
Risikonya berapa?
Likuiditasnya bagaimana?
Pajaknya bagaimana?
Berapa volatilitasnya?
Berapa biaya transaksinya?
Berapa biaya pengelolaannya?
Apakah ada performance fee?
Inilah perbedaan antara melihat:
Return.
dan memahami:
Risk-Adjusted Net Return.
BAGIAN 35
TOTAL COST OF OWNERSHIP
Dalam investasi, konsep Total Cost of Ownership dapat membantu investor memahami seluruh biaya.
Misalnya investor membeli produk investasi.
Biaya dapat mencakup:
- Biaya pembelian.
- Biaya penjualan.
- Management fee.
- Custody fee.
- Advisory fee.
- Transaction fee.
- FX spread.
- Pajak tertentu.
Investor harus melihat semuanya.
Bukan hanya satu biaya.
BAGIAN 36
CONTOH INVESTOR DENGAN ASET RP1 MILIAR
Misalnya investor memiliki:
Rp1 miliar.
Return bruto:
8%.
Keuntungan:
Rp80 juta.
Biaya total:
1%.
Biaya:
Rp10 juta.
Return bersih:
Rp70 juta.
Jika biaya naik menjadi:
2%.
Biaya:
Rp20 juta.
Return bersih:
Rp60 juta.
Perbedaan:
Rp10 juta per tahun.
Jika uang tersebut terus diinvestasikan kembali, perbedaan dapat semakin besar dalam jangka panjang.
BAGIAN 37
CONTOH INVESTOR DENGAN ASET RP100 MILIAR
Sekarang bayangkan:
Rp100 miliar.
Perbedaan biaya 1%:
Rp100 miliar × 1%
=
Rp1 miliar per tahun.
Inilah alasan orang dengan kekayaan besar sangat memperhatikan struktur biaya.
Bagi investor dengan aset kecil, 1% mungkin terlihat kecil.
Bagi investor dengan aset besar, 1% dapat bernilai miliaran rupiah.
BAGIAN 38
ORANG KAYA BUKAN BERARTI TIDAK MEMBAYAR BIAYA
Kesalahpahaman lain adalah:
"Orang kaya tidak membayar biaya."
Sebenarnya tidak demikian.
Orang kaya juga membayar:
- Biaya bank.
- Biaya investasi.
- Biaya penasihat.
- Biaya hukum.
- Biaya pajak.
- Biaya administrasi.
Namun, mereka biasanya lebih memperhatikan:
Apakah biaya tersebut memberikan nilai?
Mereka tidak selalu mencari layanan termurah.
Mereka mencari:
Efisiensi.
BAGIAN 39
BIAYA DAN NEGOSIASI
Investor dengan aset besar mungkin memiliki posisi negosiasi yang lebih baik.
Misalnya:
Investor A:
Aset Rp1 miliar.
Investor B:
Aset Rp100 miliar.
Institusi mungkin menawarkan struktur biaya berbeda.
Investor dengan aset besar dapat memperoleh:
- Tarif lebih rendah.
- Layanan lebih luas.
- Akses produk tertentu.
Namun, ini bukan jaminan.
Setiap institusi memiliki kebijakan sendiri.
BAGIAN 40
APAKAH PRIVATE BANKING SELALU MEMILIKI PERFORMANCE FEE?
Tidak.
Private banking dapat menggunakan berbagai model.
Ada layanan yang menggunakan:
- Advisory fee.
- Management fee.
- Custody fee.
Sementara produk investasi tertentu dapat memiliki:
- Performance fee.
Jadi, jangan menganggap semua layanan private banking memiliki performance fee.
Investor harus melihat:
Layanan apa yang digunakan?
dan:
Produk apa yang dibeli?
BAGIAN 41
HUBUNGAN ANTARA EMPAT BIAYA
Keempat biaya dapat muncul dalam satu ekosistem.
Misalnya:
Investor menggunakan private bank.
Private bank memberikan advisory.
Muncul:
Advisory Fee.
Investor membeli aset.
Muncul:
Transaction Fee.
Aset disimpan melalui layanan kustodian.
Muncul:
Custody Fee.
Investor masuk ke produk investasi yang memiliki insentif berbasis kinerja.
Mungkin muncul:
Performance Fee.
Namun, tidak semua transaksi memiliki semua biaya tersebut.
BAGIAN 42
BAGAIMANA INVESTOR MENGHITUNG BIAYA?
Investor dapat membuat tabel sederhana.
| Jenis Biaya | Nilai |
|---|---|
| Custody Fee | Rp20 juta |
| Advisory Fee | Rp50 juta |
| Transaction Fee | Rp10 juta |
| Product Fee | Rp30 juta |
| FX Cost | Rp5 juta |
| Total | Rp115 juta |
Kemudian bandingkan dengan keuntungan investasi.
Jika keuntungan:
Rp1 miliar.
Total biaya:
Rp115 juta.
Keuntungan bersih:
Rp885 juta.
Dengan demikian investor dapat mengetahui hasil sebenarnya.
BAGIAN 43
PERHATIKAN BIAYA YANG TIDAK TERLIHAT
Beberapa biaya tidak muncul sebagai tagihan terpisah.
Contohnya:
Spread valuta asing.
Bid-ask spread.
Biaya yang sudah termasuk dalam harga produk.
Biaya pengelolaan produk investasi.
Karena itu, investor perlu membaca:
- Fee schedule.
- Fund prospectus.
- Investment agreement.
- Custody agreement.
- Advisory agreement.
BAGIAN 44
BIAYA INVESTASI DAN PAJAK ADALAH HAL YANG BERBEDA
Investor tidak boleh mencampuradukkan:
Fee.
dan:
Tax.
Fee adalah biaya yang dibayarkan kepada penyedia layanan.
Pajak adalah kewajiban kepada negara berdasarkan aturan yang berlaku.
Misalnya:
Return investasi:
Rp100 juta.
Biaya:
Rp10 juta.
Pajak:
Rp5 juta.
Keuntungan bersih setelah biaya dan pajak:
Rp85 juta.
Perlakuan pajak aktual dapat berbeda tergantung jenis investasi, domisili pajak, dan peraturan yang berlaku.
BAGIAN 45
MENGAPA INVESTOR HARUS MEMAHAMI KONTRAK?
Karena satu istilah dapat memiliki definisi berbeda.
Misalnya:
"Performance fee 20%."
Pertanyaannya:
20% dari apa?
Apakah dari:
- Total return?
- Excess return?
- Profit setelah hurdle rate?
- Profit setelah biaya?
Apakah ada:
- High-water mark?
- Clawback?
Tanpa membaca kontrak, investor dapat salah memahami biaya.
BAGIAN 46
KESALAHAN UMUM INVESTOR
Kesalahan pertama
Hanya melihat return.
Kesalahan kedua
Mengabaikan biaya kecil.
Kesalahan ketiga
Tidak menghitung compounding cost.
Kesalahan keempat
Tidak memahami performance fee.
Kesalahan kelima
Tidak membaca dokumen.
Kesalahan keenam
Tidak membandingkan beberapa institusi.
Kesalahan ketujuh
Menganggap private banking pasti murah.
Kesalahan kedelapan
Menganggap biaya tinggi berarti kinerja pasti lebih baik.
Semua kesalahan tersebut dapat dihindari dengan literasi keuangan.
BAGIAN 47
STRATEGI MENGURANGI BIAYA
Investor dapat melakukan beberapa hal.
Pertama:
Bandingkan beberapa penyedia layanan.
Kedua:
Tanyakan seluruh biaya.
Ketiga:
Minta struktur biaya tertulis.
Keempat:
Hitung total biaya tahunan.
Kelima:
Periksa biaya valuta asing.
Keenam:
Periksa biaya produk investasi.
Ketujuh:
Evaluasi apakah layanan yang digunakan benar-benar dibutuhkan.
Kedelapan:
Perhatikan biaya transaksi.
Kesembilan:
Hindari transaksi yang tidak perlu.
Kesepuluh:
Evaluasi biaya secara berkala.
BAGIAN 48
JANGAN TERJEBAK PADA BIAYA YANG TERLALU RENDAH
Biaya murah bukan selalu pilihan terbaik.
Misalnya:
Institusi A:
Biaya 0,5%.
Institusi B:
Biaya 1%.
Institusi A mungkin terlihat lebih murah.
Namun, jika layanan A tidak menyediakan kebutuhan investor, sementara B menyediakan layanan yang dibutuhkan, B mungkin lebih bernilai.
Tetapi investor tetap harus memastikan bahwa biaya tambahan tersebut memang memberikan manfaat nyata.
BAGIAN 49
JANGAN TERJEBAK PADA PERFORMANCE FEE
Performance fee dapat terlihat menarik.
"Manajer hanya dibayar jika untung."
Namun, investor tetap harus membaca mekanismenya.
Pertanyaan penting:
Apakah manajer ikut menanggung kerugian?
Bagaimana jika portofolio turun?
Apakah ada high-water mark?
Apakah ada hurdle rate?
Bagaimana perhitungan keuntungan?
Bagaimana jika investasi hanya sementara naik?
Apakah performance fee dihitung sebelum atau sesudah biaya lain?
Semua pertanyaan tersebut penting.
BAGIAN 50
KESIMPULAN
Custody fee, advisory fee, transaction fee, dan performance fee adalah empat jenis biaya yang dapat muncul dalam dunia investasi dan wealth management.
Custody fee berkaitan dengan layanan kustodian dan administrasi aset.
Advisory fee berkaitan dengan layanan nasihat atau konsultasi investasi.
Transaction fee muncul ketika investor melakukan transaksi.
Performance fee berkaitan dengan biaya berbasis kinerja yang berlaku pada struktur investasi tertentu.
Keempat biaya tersebut memiliki karakteristik berbeda.
Custody fee biasanya berkaitan dengan nilai aset dan layanan kustodian.
Advisory fee berkaitan dengan jasa nasihat.
Transaction fee berkaitan dengan aktivitas transaksi.
Performance fee berkaitan dengan hasil investasi berdasarkan ketentuan kontrak.
Namun, investor tidak boleh melihat masing-masing biaya secara terpisah.
Yang harus dilihat adalah:
Total Cost.
Misalnya seseorang memiliki portofolio:
Rp100 miliar.
Jika total biaya efektif:
1%.
Maka biaya tahunan:
Rp1 miliar.
Jika total biaya:
2%.
Maka biaya:
Rp2 miliar.
Perbedaan:
Rp1 miliar setiap tahun.
Jika terjadi selama puluhan tahun, dampaknya dapat menjadi jauh lebih besar karena adanya efek compounding.
Inilah alasan literasi biaya sangat penting.
Dalam dunia investasi, seseorang tidak cukup hanya bertanya:
"Berapa return yang saya dapatkan?"
Pertanyaan yang lebih lengkap adalah:
"Berapa return setelah semua biaya?"
Kemudian:
"Berapa risiko yang saya ambil?"
"Berapa biaya yang saya bayarkan?"
"Apakah biaya tersebut sebanding dengan layanan?"
"Apakah struktur biaya transparan?"
"Apakah ada performance fee?"
"Apakah ada hurdle rate?"
"Apakah ada high-water mark?"
"Apakah ada clawback?"
Semakin besar kekayaan seseorang, semakin penting memahami pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Karena pada akhirnya, membangun kekayaan bukan hanya tentang mencari return tinggi.
Membangun kekayaan juga tentang:
Mengelola risiko.
Mengendalikan biaya.
Menjaga likuiditas.
Melakukan diversifikasi.
Mengelola pajak secara legal.
Menjaga aset.
Dan memastikan kekayaan dapat bertahan dalam jangka panjang.
Private banking dan wealth management dapat membantu dalam beberapa kebutuhan tersebut.
Namun, layanan profesional bukan berarti gratis.
Setiap layanan memiliki biaya.
Tugas investor adalah memahami:
Apa yang dibayar.
Mengapa membayar.
Berapa total biayanya.
Dan apakah manfaat yang diterima sebanding dengan biaya tersebut.
Itulah inti dari memahami custody fee, advisory fee, transaction fee, dan performance fee.
Karena dalam investasi jangka panjang, return yang Anda pertahankan setelah biaya sering kali jauh lebih penting daripada sekadar angka return yang terlihat di permukaan.
Komentar
Posting Komentar
jika ada pertanyaan silahkan ajukan pertanyaan tersebut di blog ini, admin serta angota lainya akan menjawab