3 Rumus Kaya yang Wajib Kamu Punya untuk Masa Depan: Cara Membangun Kekayaan
3 Rumus Kaya yang Wajib Kamu Punya untuk Masa Depan: Cara Membangun Kekayaan dengan Penghasilan, Aset, dan Investasi
Pendahuluan
Banyak orang ingin kaya, tetapi hanya sedikit yang benar-benar memahami bagaimana kekayaan dibangun.
Sebagian orang berpikir bahwa menjadi kaya membutuhkan gaji yang sangat besar. Sebagian lainnya percaya bahwa kekayaan hanya bisa diperoleh melalui bisnis, investasi, atau keberuntungan.
Padahal, membangun kekayaan bukan hanya tentang berapa banyak uang yang kamu hasilkan.
Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kamu menghasilkan uang, mengelola uang, mempertahankan uang, dan mengubah uang menjadi aset yang terus berkembang.
Karena itu, jika kamu ingin memiliki kondisi keuangan yang lebih kuat di masa depan, ada tiga "rumus kaya" yang penting untuk dipahami.
Bukan rumus ajaib untuk menjadi kaya dalam semalam.
Bukan pula strategi untuk mendapatkan keuntungan tanpa risiko.
Tiga rumus ini lebih tepat dipahami sebagai kerangka berpikir untuk membangun kekayaan secara bertahap.
Tiga rumus tersebut adalah:
1. Tingkatkan penghasilan.
2. Sisihkan dan kelola sebagian penghasilan.
3. Ubah sebagian uang menjadi aset produktif dan biarkan waktu bekerja.
Jika ketiganya dilakukan secara konsisten, kondisi keuangan dapat berkembang jauh lebih baik dibandingkan hanya mengandalkan penghasilan tanpa membangun aset.
1. Rumus Kaya Pertama: Penghasilan Harus Terus Bertumbuh
Rumus pertama sangat sederhana:
Kekayaan dimulai dari kemampuan menghasilkan uang.
Kamu tidak dapat mengelola uang yang tidak pernah kamu miliki.
Karena itu, meningkatkan penghasilan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun kekayaan.
Namun, meningkatkan penghasilan bukan berarti harus selalu mencari pekerjaan dengan gaji lebih tinggi.
Ada banyak cara meningkatkan kemampuan menghasilkan uang.
Misalnya:
- meningkatkan keterampilan;
- memperoleh sertifikasi;
- belajar teknologi;
- membangun bisnis;
- menjadi freelancer;
- menjual produk;
- membangun personal brand;
- mengembangkan keahlian tertentu;
- mencari peluang karier yang lebih baik;
- membangun sumber pendapatan tambahan.
Intinya adalah meningkatkan nilai ekonomi yang dapat kamu ciptakan.
Mengapa Penghasilan Penting?
Bayangkan seseorang mendapatkan penghasilan Rp4 juta per bulan.
Jika seluruh penghasilannya habis untuk kebutuhan hidup, hampir tidak ada uang yang dapat digunakan untuk membangun aset.
Sebaliknya, seseorang dengan penghasilan Rp10 juta memiliki ruang yang lebih besar untuk:
- memenuhi kebutuhan;
- membangun dana darurat;
- melunasi utang;
- menabung;
- berinvestasi;
- membangun bisnis.
Namun, penghasilan besar tetap bukan jaminan menjadi kaya.
Masalahnya adalah lifestyle inflation.
Ketika penghasilan naik, gaya hidup ikut naik.
Gaji naik Rp3 juta.
Pengeluaran naik Rp3 juta.
Akhirnya kondisi keuangan tidak banyak berubah.
Karena itu, tujuan meningkatkan penghasilan bukan sekadar agar dapat membeli lebih banyak barang.
Tujuannya adalah menciptakan surplus uang yang dapat digunakan untuk membangun kekayaan.
2. Rumus Kaya Kedua: Ciptakan Surplus dari Penghasilan
Setelah penghasilan meningkat, langkah berikutnya adalah memastikan tidak semua uang keluar.
Rumus sederhananya:
Surplus = Penghasilan - Pengeluaran
Jika penghasilan Rp10 juta dan pengeluaran Rp7 juta:
Surplus = Rp10 juta - Rp7 juta = Rp3 juta
Rp3 juta tersebut adalah ruang untuk membangun fondasi keuangan.
Surplus dapat digunakan untuk:
- dana darurat;
- melunasi utang;
- investasi;
- modal bisnis;
- pendidikan;
- meningkatkan keterampilan;
- membeli aset produktif.
Semakin besar surplus yang dapat diciptakan secara sehat, semakin besar pula kemampuan seseorang membangun aset.
Jangan Salah Memahami Menabung
Menabung bukan berarti kamu harus hidup sengsara.
Tujuannya bukan menghilangkan seluruh kesenangan.
Tujuannya adalah memastikan bahwa konsumsi hari ini tidak menghancurkan masa depan.
Kamu tetap dapat menikmati hasil kerja.
Namun, sebelum uang digunakan untuk meningkatkan gaya hidup, pastikan sebagian uang dialokasikan untuk masa depan.
Gunakan Sistem, Bukan Sekadar Niat
Salah satu kesalahan umum adalah menunggu uang tersisa di akhir bulan untuk ditabung.
Biasanya yang terjadi:
Penghasilan masuk.
Tagihan dibayar.
Belanja dilakukan.
Makan dan hiburan.
Belanja online.
Kemudian uang habis.
Tidak ada yang tersisa.
Karena itu, pendekatan yang lebih disiplin adalah menentukan alokasi uang sejak awal.
Misalnya:
Penghasilan → kebutuhan → tabungan/dana darurat → investasi → hiburan
Persentasenya tidak harus sama untuk setiap orang.
Kondisi setiap orang berbeda.
Yang penting adalah memiliki sistem yang realistis dan konsisten.
3. Rumus Kaya Ketiga: Ubah Uang Menjadi Aset
Ini adalah bagian yang sering membedakan antara sekadar memiliki penghasilan dan membangun kekayaan.
Menabung memberikan keamanan.
Tetapi dalam jangka panjang, membangun kekayaan membutuhkan kepemilikan aset produktif.
Rumus sederhananya:
Uang → Aset → Potensi pertumbuhan → Kekayaan
Aset dapat memiliki berbagai bentuk.
Contohnya:
- saham;
- obligasi;
- reksa dana;
- bisnis;
- properti;
- kepemilikan usaha;
- aset produktif lainnya.
Setiap aset memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda.
Karena itu, jangan membeli aset hanya karena sedang populer.
Pahami terlebih dahulu bagaimana aset tersebut menghasilkan nilai.
4. Rumus Kekayaan Sebenarnya: Penghasilan × Surplus × Waktu
Jika tiga konsep sebelumnya digabungkan, kita mendapatkan kerangka yang lebih kuat:
Kekayaan = Kemampuan menghasilkan uang × kemampuan menciptakan surplus × waktu
Mengapa waktu penting?
Karena kekayaan biasanya tidak dibangun dalam beberapa minggu.
Kekayaan membutuhkan:
uang yang masuk + uang yang tersisa + aset yang berkembang + waktu.
Misalnya seseorang memiliki surplus Rp2 juta setiap bulan.
Jika uang tersebut hanya disimpan tanpa tujuan, pertumbuhannya terbatas.
Namun jika sebagian dialokasikan secara disiplin ke aset yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan finansialnya, terdapat peluang pertumbuhan melalui reinvestasi dan compounding.
Tetap perlu diingat:
Return investasi tidak pernah dijamin.
Semakin tinggi potensi keuntungan, biasanya semakin tinggi pula risiko yang harus dipahami.
5. Mengapa Compound Interest Sangat Penting?
Salah satu konsep penting dalam membangun kekayaan adalah compound growth atau pertumbuhan majemuk.
Secara sederhana, pertumbuhan majemuk terjadi ketika hasil yang diperoleh kemudian ikut menghasilkan pertumbuhan berikutnya.
Contoh sederhana:
Kamu memiliki Rp10 juta.
Misalnya secara hipotetis aset menghasilkan rata-rata 8% per tahun dan seluruh hasilnya diinvestasikan kembali.
Tahun pertama:
Rp10 juta → Rp10,8 juta.
Tahun berikutnya, pertumbuhan dihitung dari Rp10,8 juta.
Bukan lagi hanya dari Rp10 juta.
Seiring waktu, efek tersebut dapat semakin besar.
Namun angka 8% di atas hanyalah ilustrasi matematis, bukan janji keuntungan investasi.
6. Jangan Hanya Mengejar Return, Kelola Risiko
Banyak orang bertanya:
"Investasi apa yang bisa memberikan keuntungan paling besar?"
Pertanyaan yang lebih penting sebenarnya:
"Berapa risiko yang sanggup saya tanggung?"
Karena kehilangan modal dapat memperlambat proses membangun kekayaan.
Misalnya seseorang mendapatkan keuntungan besar beberapa kali.
Namun kemudian mengambil risiko berlebihan dan kehilangan sebagian besar modal.
Pertumbuhan sebelumnya bisa hilang.
Karena itu, membangun kekayaan membutuhkan dua kemampuan:
Mengembangkan modal.
Dan:
Melindungi modal.
7. Hindari Lifestyle Inflation
Lifestyle inflation terjadi ketika pengeluaran meningkat mengikuti kenaikan penghasilan.
Contohnya:
Penghasilan Rp5 juta.
Pengeluaran Rp4,5 juta.
Kemudian penghasilan naik menjadi Rp10 juta.
Namun pengeluaran ikut naik menjadi Rp9,5 juta.
Secara nominal penghasilan meningkat.
Tetapi surplus tetap Rp500 ribu.
Artinya, kemampuan membangun aset hampir tidak berubah.
Karena itu, ketika penghasilan meningkat, jangan langsung meningkatkan semua pengeluaran.
Sebagian kenaikan penghasilan sebaiknya digunakan untuk:
- investasi;
- dana darurat;
- pendidikan;
- bisnis;
- aset produktif;
- pelunasan utang.
Dengan begitu, kenaikan penghasilan dapat benar-benar meningkatkan kekayaan bersih.
8. Fokus pada Kekayaan Bersih, Bukan Gaya Hidup
Orang kaya belum tentu terlihat kaya.
Dan orang yang terlihat kaya belum tentu benar-benar kaya.
Karena itu, jangan hanya melihat:
- mobil;
- rumah;
- pakaian;
- gadget;
- liburan;
- barang mewah.
Lihat kekayaan bersih.
Rumus sederhananya:
Kekayaan Bersih = Total Aset - Total Liabilitas
Contohnya:
Total aset:
Rp500 juta.
Total utang:
Rp200 juta.
Kekayaan bersih:
Rp500 juta - Rp200 juta = Rp300 juta.
Inilah angka yang lebih relevan untuk memahami posisi finansial seseorang.
9. Bangun Dana Darurat Sebelum Mengambil Risiko Besar
Investasi bukan pengganti dana darurat.
Dana darurat berfungsi sebagai perlindungan ketika terjadi keadaan tidak terduga.
Misalnya:
- kehilangan pekerjaan;
- kebutuhan keluarga;
- perbaikan kendaraan;
- kebutuhan rumah;
- pengeluaran mendadak.
Tanpa dana darurat, seseorang mungkin terpaksa menjual investasi pada saat yang tidak menguntungkan atau mengambil utang.
Karena itu, fondasi keuangan perlu dibangun sebelum mengejar pertumbuhan agresif.
10. Kelola Utang dengan Bijak
Tidak semua utang memiliki dampak yang sama.
Utang konsumtif dengan bunga tinggi dapat menjadi penghambat kekayaan.
Jika penghasilan terus digunakan untuk membayar bunga dan cicilan konsumsi, kemampuan membangun aset menjadi lebih kecil.
Karena itu, sebelum mengambil utang, tanyakan:
Apakah utang ini membantu meningkatkan kemampuan menghasilkan uang atau justru meningkatkan konsumsi?
Pertanyaan tersebut sederhana tetapi sangat penting.
11. Jangan Menunggu Modal Besar untuk Memulai
Banyak orang berkata:
"Nanti kalau uang saya sudah banyak, baru saya investasi."
Masalahnya, kebiasaan mengelola uang tidak otomatis muncul ketika modal menjadi besar.
Justru kebiasaan tersebut harus dibangun ketika uang masih sedikit.
Jika sekarang belum mampu mengelola Rp5 juta, memiliki Rp500 juta belum tentu membuat pengelolaan menjadi lebih baik.
Karena itu:
Bangun kemampuan sebelum modal menjadi besar.
Belajar mengatur Rp1 juta.
Belajar mengatur Rp5 juta.
Belajar mengatur Rp10 juta.
Kemudian tingkatkan kemampuan tersebut seiring meningkatnya aset.
12. Investasikan pada Diri Sendiri
Tidak semua investasi harus berupa aset finansial.
Investasi terbesar bagi banyak orang pada tahap awal justru dapat berupa:
pengetahuan dan keterampilan.
Misalnya:
- bahasa;
- teknologi;
- AI;
- pemrograman;
- penjualan;
- marketing;
- komunikasi;
- manajemen;
- keuangan;
- kepemimpinan.
Keterampilan yang meningkatkan kemampuan menghasilkan uang dapat memberikan manfaat jangka panjang.
13. Bangun Lebih dari Satu Sumber Pendapatan
Mengandalkan satu sumber pendapatan dapat membuat kondisi finansial lebih rentan.
Bukan berarti semua orang harus memiliki sepuluh pekerjaan.
Namun, secara bertahap seseorang dapat membangun sumber pendapatan tambahan.
Contohnya:
Pendapatan aktif:
- pekerjaan;
- freelance;
- bisnis;
- jasa.
Pendapatan dari aset:
- dividen;
- bunga;
- keuntungan bisnis;
- pendapatan properti;
- hasil investasi lainnya.
Tujuannya bukan mengejar banyak sumber pendapatan sekaligus.
Tujuannya adalah membangun sistem keuangan yang semakin kuat.
14. Rumus Kaya Tidak Berarti Cepat Kaya
Ini bagian yang sangat penting.
Tidak ada rumus yang menjamin seseorang menjadi miliarder.
Tidak ada investasi yang pasti menghasilkan keuntungan besar.
Tidak ada bisnis yang pasti sukses.
Tidak ada strategi yang bebas risiko.
Istilah "rumus kaya" dalam artikel ini harus dipahami sebagai kerangka membangun kekayaan, bukan janji menjadi kaya secara instan.
Kekayaan biasanya merupakan hasil dari:
penghasilan + disiplin + surplus + aset + waktu + manajemen risiko.
15. Tiga Rumus Kaya yang Harus Kamu Ingat
Jika seluruh artikel ini diringkas, cukup ingat tiga rumus berikut.
Rumus 1: Tingkatkan Penghasilan
Skill → Nilai → Penghasilan
Semakin besar nilai yang mampu kamu ciptakan, semakin besar peluang meningkatkan penghasilan.
Rumus 2: Ciptakan Surplus
Penghasilan - Pengeluaran = Surplus
Jangan biarkan seluruh penghasilan habis untuk konsumsi.
Rumus 3: Ubah Surplus Menjadi Aset
Surplus → Aset Produktif → Pertumbuhan → Kekayaan
Dengan waktu dan disiplin, aset dapat menjadi bagian penting dalam membangun kekayaan.
16. Contoh Sederhana Penerapan 3 Rumus Kaya
Misalnya seseorang mendapatkan penghasilan:
Rp8 juta per bulan.
Pengeluaran:
Rp6 juta.
Surplus:
Rp2 juta.
Kemudian orang tersebut meningkatkan keterampilannya sehingga penghasilan meningkat menjadi:
Rp12 juta.
Jika gaya hidup tidak meningkat secara berlebihan dan pengeluaran menjadi Rp7 juta, maka:
Rp12 juta - Rp7 juta = Rp5 juta surplus.
Surplus tersebut dapat dialokasikan sesuai tujuan finansial, misalnya untuk dana darurat, pelunasan utang, pendidikan, atau investasi.
Inilah contoh bagaimana peningkatan penghasilan dapat memperbesar kemampuan membangun aset.
17. Kesalahan yang Bisa Menghancurkan Rumus Kekayaan
Tiga rumus tersebut dapat terganggu jika seseorang melakukan kesalahan seperti:
1. Pengeluaran lebih besar daripada penghasilan
Jika selalu defisit, tidak ada surplus yang dapat digunakan untuk membangun aset.
2. Utang konsumtif berlebihan
Cicilan dan bunga dapat mengurangi kemampuan membangun kekayaan.
3. FOMO investasi
Membeli aset hanya karena takut ketinggalan dapat menyebabkan keputusan yang buruk.
4. Tidak memiliki dana darurat
Keadaan darurat dapat memaksa seseorang menjual aset atau mengambil utang.
5. Mengejar keuntungan tanpa memahami risiko
Return tinggi selalu perlu dilihat bersama risikonya.
6. Terlalu cepat meningkatkan gaya hidup
Penghasilan meningkat tetapi kekayaan tidak bertambah.
7. Tidak konsisten
Strategi yang bagus tetapi hanya dilakukan beberapa bulan biasanya tidak cukup untuk menghasilkan perubahan besar.
18. Cara Menerapkan Rumus Kaya Mulai Hari Ini
Kamu tidak perlu menunggu tahun depan.
Mulai dengan langkah sederhana.
Langkah 1: Hitung seluruh penghasilan
Ketahui berapa uang yang benar-benar masuk setiap bulan.
Langkah 2: Catat pengeluaran
Cari tahu ke mana uang pergi.
Langkah 3: Hitung surplus
Gunakan rumus:
Penghasilan - Pengeluaran = Surplus
Langkah 4: Kurangi kebocoran
Cari pengeluaran yang tidak memberikan manfaat sepadan.
Langkah 5: Bangun dana darurat
Sesuaikan target dengan kondisi pekerjaan, tanggungan, dan kebutuhan pribadi.
Langkah 6: Tingkatkan keterampilan
Cari kemampuan yang dapat meningkatkan nilai ekonomimu.
Langkah 7: Mulai membangun aset
Pilih instrumen sesuai tujuan, jangka waktu, dan toleransi risiko.
Langkah 8: Evaluasi setiap beberapa bulan
Periksa:
- penghasilan;
- pengeluaran;
- tabungan;
- utang;
- aset;
- kekayaan bersih.
Dengan begitu, kamu dapat melihat apakah kondisi finansial benar-benar bergerak maju.
19. Kekayaan Bukan Tentang Terlihat Kaya
Ada perbedaan besar antara terlihat kaya dan menjadi kaya.
Terlihat kaya berarti mampu menunjukkan konsumsi.
Menjadi kaya berarti memiliki kemampuan finansial.
Orang yang benar-benar membangun kekayaan mungkin lebih memilih:
- memiliki aset;
- memiliki dana darurat;
- memiliki bisnis;
- memiliki keterampilan;
- memiliki investasi;
- memiliki utang yang terkendali;
- memiliki kebebasan memilih.
Karena tujuan akhir kekayaan bukan sekadar membeli barang.
Tujuannya adalah menciptakan keamanan dan pilihan.
20. Kesimpulan: Tiga Rumus Kaya untuk Masa Depan
Jika kamu ingin membangun kekayaan dalam jangka panjang, jangan hanya mencari cara mendapatkan uang lebih banyak.
Bangun sistem.
Rumus pertama: Tingkatkan penghasilan.
Bangun keterampilan dan kemampuan menciptakan nilai.
Rumus kedua: Ciptakan surplus.
Jangan biarkan seluruh penghasilan habis untuk konsumsi.
Rumus ketiga: Ubah surplus menjadi aset.
Gunakan uang yang tersedia untuk membangun fondasi dan aset yang sesuai dengan tujuan serta risiko yang mampu kamu tanggung.
Kemudian berikan waktu.
Karena kekayaan tidak hanya dibangun oleh jumlah uang yang dimiliki hari ini.
Kekayaan dibangun oleh kebiasaan yang dilakukan berulang kali selama bertahun-tahun.
Jangan menunggu kaya untuk belajar mengelola uang.
Belajar sekarang.
Jangan menunggu memiliki modal besar untuk membangun disiplin.
Bangun disiplin ketika modal masih kecil.
Jangan menunggu memiliki aset besar untuk memahami risiko.
Pelajari risiko sebelum mengambil keputusan.
Dan jangan hanya mengejar uang.
Bangun kemampuan untuk:
Menghasilkan uang.
Mempertahankan uang.
Mengelola uang.
Mengembangkan aset.
Melindungi kekayaan.
Karena pada akhirnya, kekayaan bukan hanya tentang berapa banyak uang yang kamu miliki.
Kekayaan adalah kemampuan untuk membuat keputusan finansial yang lebih baik, memiliki aset yang produktif, mengendalikan pengeluaran, menghadapi risiko, dan menciptakan lebih banyak pilihan dalam hidup.
FAQ: 3 Rumus Kaya yang Wajib Dipahami
Apa 3 rumus kaya yang paling penting?
Tiga rumus dasar yang dapat digunakan sebagai kerangka membangun kekayaan adalah meningkatkan penghasilan, menciptakan surplus dari penghasilan, dan mengubah sebagian surplus menjadi aset produktif sesuai tujuan serta risiko.
Apa rumus menjadi kaya yang paling sederhana?
Rumus sederhananya adalah:
Penghasilan - Pengeluaran = Surplus
Kemudian:
Surplus → Aset → Pertumbuhan → Kekayaan.
Semakin sehat surplus dan semakin konsisten membangun aset, semakin besar peluang memperkuat kondisi finansial dalam jangka panjang.
Apakah penghasilan besar otomatis membuat seseorang kaya?
Tidak. Penghasilan besar tidak otomatis menghasilkan kekayaan jika pengeluaran juga sangat besar, utang tidak terkendali, dan tidak ada aset yang dibangun.
Bagaimana cara membangun kekayaan dari gaji kecil?
Mulailah dengan mengendalikan pengeluaran, menciptakan surplus meskipun kecil, membangun dana darurat, meningkatkan keterampilan, dan secara bertahap membangun aset sesuai kemampuan serta profil risiko.
Apakah investasi wajib untuk menjadi kaya?
Investasi bukan satu-satunya cara membangun kekayaan. Namun, kepemilikan aset produktif dapat menjadi salah satu komponen penting dalam strategi kekayaan jangka panjang.
Apakah bisa menjadi kaya tanpa bisnis?
Bisa. Kekayaan dapat dibangun melalui kombinasi penghasilan dari pekerjaan, tingkat tabungan yang sehat, investasi, kepemilikan aset, dan waktu. Bisnis merupakan salah satu jalur, bukan satu-satunya.
Berapa persen penghasilan yang harus ditabung?
Tidak ada persentase yang cocok untuk semua orang. Besarnya alokasi bergantung pada penghasilan, kebutuhan, utang, tanggungan, tujuan finansial, dan kondisi masing-masing.
Apa yang lebih penting, menabung atau investasi?
Keduanya memiliki fungsi berbeda. Menabung dapat membantu menyediakan likuiditas dan dana darurat, sedangkan investasi dapat digunakan untuk tujuan pertumbuhan jangka panjang dengan risiko yang harus dipahami.
Apa kesalahan terbesar dalam membangun kekayaan?
Beberapa kesalahan umum adalah menghabiskan seluruh penghasilan, mengambil utang konsumtif berlebihan, mengejar keuntungan tanpa memahami risiko, tidak memiliki dana darurat, dan terlalu sering mengikuti tren investasi tanpa memahami asetnya.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjadi kaya?
Tidak ada waktu yang pasti. Hasil sangat bergantung pada penghasilan, surplus, tingkat pertumbuhan aset, risiko, konsistensi, dan kondisi ekonomi.
Apakah ada investasi yang pasti membuat kaya?
Tidak ada investasi yang menjamin seseorang menjadi kaya. Setiap investasi memiliki risiko dan potensi hasil yang berbeda.
Apakah modal kecil bisa menjadi besar?
Secara matematis, modal dapat berkembang melalui kontribusi tambahan dan pertumbuhan majemuk. Namun, hasil aktual bergantung pada aset yang dipilih, kondisi pasar, biaya, pajak, dan risiko.
Apa yang harus dilakukan jika penghasilan masih kecil?
Prioritaskan peningkatan kemampuan menghasilkan uang, kendalikan pengeluaran, hindari utang konsumtif yang tidak perlu, bangun dana darurat secara bertahap, dan mulai membangun kebiasaan finansial yang sehat.
Apa inti dari membangun kekayaan?
Intinya adalah menciptakan kemampuan menghasilkan uang, mempertahankan sebagian penghasilan sebagai surplus, mengubah surplus menjadi aset yang sesuai dengan tujuan dan risiko, kemudian menjaga konsistensi dalam jangka panjang.
Komentar
Posting Komentar
jika ada pertanyaan silahkan ajukan pertanyaan tersebut di blog ini, admin serta angota lainya akan menjawab